Tampilkan postingan dengan label dns server. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dns server. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Web Service Terminology

Web Service Terminology ImageAda beberapa pendekatan mengimplementasikan web service. Tiga yang paling banyak digunakan adalah Representational State Transfer (REST), XML-RPC, dan SOAP. Namun kebanyakan aplikasi enterprise menggunakan SOAP.

SOAP

Awalnya SOAP adalah kependekan dari “Simple Object Access Protocol”. Tapi kemudian oleh W3C singkatan tersebut dihapus sehingga sekarang SOAP bukan singkatan dari apapun. Kini pengertian SOAP adalah protokol untuk pertukaran message berformat XML. Sebuah client web service mengirim request berbentuk XML kepada provider web service. Provider mem-parsing request tersebut, menjalankan service, dan mengirim response kembali ke client juga dalam bentuk XML. Baik request dan response tersebut keduanya menggunakan protokol SOAP.

WSDL

Web Service Description Language (WSDL) adalah sebuah dokumen XML yang menyediakan segala informasi yang diperlukan untuk menentukan lokasi dan cara mengakses web service. Provider web service lah yang bertanggung jawab membuat WSDL. WSDL juga mendeskripsikan message, tipe, return value, dan detil lain yang dimiliki web service.

UDDI

Konsep lain dalam teknologi web service adalah web service registry. Setelah membuat sebuah web service, provider bisa memilih untuk mempublikasikan dokumen WSDL pada sebuah registry. Registry tersebut bisa jadi milik organisasi provider web service atau milik pihak ketiga. Client yang berminat menggunakan web service akan mencari informasi tentang sebuah web service di direktori registry untuk menentukan lokasi sebuah web service dan mendapatkan WSDL-nya. Selanjutnya client menggunakan dokumen WSDL untuk membuat request ke web service. Kegiatan publish, searching, dan retrieve tersebut ditentukan oleh UDDI (Universal Description, Discovery, and Integration)
Web Service Terminology Image
SOA

Perbedaan web service dan Service Oriented Architecture (SOA) adalah bahwa SOA merupakan sebuah rancangan/arsitektur sistem sedangkan web service adalah sebuah platform. SOA bisa diimplementasikan menggunakan teknologi untuk messaging seperti JMS atau remoting seperti RMI, namun yang paling populer adalah menggunakan web service.

Web service style

Ada dua tipe utama web service yaitu RPC-oriented dan document oriented.

Web service development style

Ada tiga cara membangun web service yaitu bottom-up, top-down, dan meet-in-the-middle. Bottom-up adalah cara yang paling populer digunakan.

Bottom-up digunakan jika sistem kita telah terlebih dahulu siap dan kemudian ada keputusan untuk membangun web service dari sistem yang sudah ada tersebut. Jadi bottom-up dilakukan dengan membuat WSDL dari class-class java yang sudah ada sekarang.

Top-down digunakan jika kita ingin membuat web service benar-benar dari awal. Cara ini dilakukan dengan membuat dokumen WSDL lebih dulu baru kemudian dibuat interface dan class-classnya.

Kedua cara tersebut biasanya sudah ada generatornya. Misal kita bisa men-generate dokumen WSDL dari class java maupun sebaliknya.

Cara yang ketiga yaitu meet-in-the-middle, dilakukan dengan membuat dokumen WSDL dan class-class implementasi bersamaan. Cara ini sulit dilakukan karena kita harus menjaga sinkronisasi antara keduanya.

Menemukan DNS Server untuk Menambah Kecepatan Koneksi Internet

Seperti posting tentang DNS sebelumnya, kali ini saya akan membahas lebih banyak tentang custom DNS (Domain Name Server). Bagi yang belum tahu, penjelasan singkatnya DNS atau DNS server adalah server yang bertugas menerjemahkan nama domain ke alamat IP (IP address) sebelum ditelusuri lebih lanjut.

Menemukan DNS Server untuk Menambah Kecepatan Koneksi Internet Image

Jadi, cara singkat kerjanya, komputer kita berkomunikasi dengan internet menggunakan alamat IP, jadi ketika kita mengetikkan facebook.com misalnya, komputer kita akan menanyakan ke DNS , apa alamat IP dari facebook.com, kemudian setelah dibalas oleh DNS server dengan alamat IP yang bersangkutan, komputer akan mencari alamat tersebut melalui ISP (Internet Service Provide) kita seperti speedy, fastnet dan sebagainya.

Nah, setiap kita tersambung ke Internet, entah itu di kantor, rumah atau hotspot di kampus atau mall, pasti alamat DNS ini sudah ada secara otomatis (default). Yang akan kita lakukan disini adalah menemukan dan mengubah alamat DNS (yang juga berupa IP) atau biasa disebut custom DNS. Tujuan menggunakan custom DNS ini bermacam-macam diantaranya untuk memperbaiki kecepatan ber-Internet-ria.

Kecepatan kita saat koneksi ke Internet juga tergantung seberapa cepat DNS server dapat melayani permintaan kita untuk menerjemahkan nama domain (contohnya facebook.com) ke alamat IP yang bersangkutan. Biasanya ini sangat cepat, tapi karena DNS adalah server, kinerjanya juga tergantung kapasitas server tersebut (CPU, memory) dan juga jumlah layanan yang bisa dilayani sekaligus. Misalnya ketika permintaan melebihi kapasitas server DNS, maka yang akan terjadi adalah lambat atau malah keluar notifikasi error di browser kita.

Jika anda menginginkan tambahan kecepatan koneksi Internet, Google Public DNS adalah salah satu pilihannya. Alamat IP Google Public DNS adalah :8.8.8.8 / 8.8.4.4 (DNS Primary / Secondary).

Jika anda ingin lebih yakin lagi dan ingin lebih banyak alternatif DNS yang dapat meningkatkan kecepatan internet anda, anda bisa menggunakan NameBench. Aplikasi ini akan menguji koneksi Internet Anda dengan menggunakan beberapa DNS server kemudian akan merekomendasikan DNS alternatif sesuai kecepatan dan kedekatannya. Cara menggunakannya:

  • setelah didownload (silahkan pilih download sesuai Sistem Operasi anda di halaman kanan atas website Namebench), jalankan aplikasi seperti gambar dibawah :

    Menemukan DNS Server untuk Menambah Kecepatan Koneksi Internet Image

  • Langsung klik “Start Benchmark” .
  • Setelah melakukan pengujian atau benchmarking selama sekitar 6-10 menit, maka hasilnya akan ditampilkan di browser. Berikut adalah contoh hasil pengujian Namebench pada koneksi speedy yang saya pakai :

    Menemukan DNS Server untuk Menambah Kecepatan Koneksi Internet Image

Ya, pada hasil tersebut Google Public DNS mendapatkan hasil rekomendasi terbaik dengan kemungkinan menambah kecepatan sebesar 28%. Namun hasil tersebut akan berbeda beda sesuai layanan Internet yang anda pakai. Selain itu Namebench juga memberikan alternatif Secondary (pada contoh diatas CepatNet-2 ID / 202.43.178.245) dan Tertiary Server (pada contoh diatas Telekomspeedy Jakarta-4 ID /202.134.0.61 ). Jadi ternyata DNS Telkomspeedy sendiri berada di urutan ketiga berdasarkan kecepatan dan kedekatan dengan koneksi Internet kita.

Setelah menemukan alamat DNS server yang cocok , anda tinggal mengubah setting DNS di komputer.

Sebagai tambahan, selain alasan kecepatan, ada 2 alasan utama lain pengguna menggunakan custom DNS.

Yang pertama adalah alasan keamanan. Untuk hal ini pengguna mengiginkan DNS yang juga mempunyai kemampuan mendeteksi alamat-alamat website yang punya potensi berbahaya seperti phising, malware . Custom DNS yang jadi favorit pengguna diantaranya adalah Sunbelt ClearCloud dengan alamat : 74.118.212.1 / 74.118.212.2 (Primary / Secondary)

Kemudian yang kedua adalah alasan filterisasi konten. Jika anda menginginkan kenyamanan Internet dengan isi konten yang family friendly, maksudnya aman diakses seluruh anggota keluarga terutama anak kecil, seperti tidak ada konten pornografi dsb, maka salah satu pilihannya adalah menggunakan Open DNS dengan alamat 208.67.222.222 / 208.67.220.220 (Primary / Secondary)

TOOLS CLEANWIPE SYMANTEC ENDPOINT PROTECTION

Tools CleanWipe Symantec Endpoint Protection V 14.3.MP1 Alat Penghapusan Cleanwipe Symantec memungkinkan penghapusan komponen produk Symante...