Sabtu, 27 Maret 2010

Setup Windows Server 2003 – Bagian 2


Pada Setup Windows Server 2003 – Bagian 1, kita telah melakukan instalasi Windows Server 2003 dengan konfigurasi standar. Beberapa konfigurasi lainnya masih harus dicustomize agar sesuai dengan kebutuhan sistem yang diharapkan.

Pada bagian ke-2 ini, kita akan melakukan instalasi beberapa komponen tambahan yang diperlukan dan melakukan beberapa konfigurasi minimum untuk Windows Server 2003.

Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2

  1. Masukkan CD Windows Server 2003 Service Pack 2
  2. Jika Autorun tidak aktif, jalankan melalui menu Start.
    Caranya:
    1. Klik ‘Start’->’Run
    2. Klik ‘Browse’. Pilih lokasi CD-ROM, dan pilih file ‘SRSP2.CMD’
  3. Setup akan mengekstrak file-file instalasi dan menampilkan kotak dialog seperti berikut.
    Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2
  4. Klik ‘Next’ dan lanjutkan sampai selesai.
  5. Restart

Instalasi Driver

Anda harus melakukan instalasi driver-driver hardware di komputer dengan CD/DVD instalasi hardware bersangkutan. Jika driver untuk Windows Server 2003 tidak ditemukan, coba dengan driver untuk Windows XP atau download dari website vendor bersangkutan.

Instalasi Internet Information Service (IIS)

  1. Jalankan ‘Add or Remove Programs’ dari Control Panel
  2. Klik button ‘Add/Remove Windows Components’
  3. Double click ‘Application Server’
    Instalasi Microsoft IIS
  4. Double click ‘Internet Information Service (IIS)’
    Instalasi Microsoft IIS
  5. Pilih ‘File Transfer Protocol (FTP) Service’
    Instalasi Microsoft IIS
  6. Klik OK.

Membuat Partisi

Partisi untuk dokumen, database, dan file-file temporer sebaiknya dipisah. Untuk membuat partisi di Windows Server 2003, ikuti langkah berikut:

  1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
  2. Pilih ‘Disk Management’
    Membuat Partisi di Windows Server 2003
  3. Klik ‘Disk 0′ pada daftar disk dan klik kanan.
  4. Pilih ‘New Partition’
  5. Pilih ‘Extended Partition’, isi ukuran partisi yang dibutuhkan dan klik ‘Next’
  6. Pilih filesystem ‘NTFS’.
  7. Ulangi langkah 1-6 untuk partisi yang lain.

Membuat User Account

Anda harus membuat user account khusus untuk pemakaian biasa dan jangan gunakan account Administrator. Gunakan account Administrator jika diperlukan, misalnya instalasi software atau hardware.

  1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
  2. Pilih ‘Local Users and Groups’
    Membuat user di Windows Server 2003
  3. Pilih ‘Users’
  4. Klik kanan di daftar user dan pilih ‘New User’
  5. Isi dengan nama user yang Anda inginkan.
    Membuat user di Windows Server 2003
  6. Klik ‘Create’

Selamat, Windows Server 2003 telah siap digunakan sebagai Server. Untuk menggunakan Voucha II, Anda perlu melakukan instalasi Microsoft SQL Server 2000 dan Microsoft SQL Server 2000 – Service Pack 4.




Setup Windows Server 2003 – Bagian 1


Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :

  1. Windows Server 2003 x86
  2. Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
  3. Windows Server 2003 x86 R2
  4. Windows Server 2003 x86 Service Pack 2

Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:

  1. CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
  2. CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
  3. PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.

Baiklah mari kita mulai:

Boot komputer dengan CD Windows Server 2003

Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.

Windows Server 2003

Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA

Windows Server 2003

Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.

Membuat Partisi

Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).

Windows Server 2003

Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.

Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.

Windows Server 2003

Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.

Windows Server 2003

Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows.

Windows Server 2003

Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang.
Windows Server 2003

Windows Server Setup GUI

Windows Server 2003

Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:

Windows Server 2003

Pilih ‘Customize’, dan lakukan setting seperti screen di bawah ini.

Windows Server 2003

Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’

Windows Server 2003

Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.

Windows Server 2003

Windows Server 2003

PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’.

Windows Server 2003

Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.

Windows Server 2003

Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.

Windows Server 2003

Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003

Kamis, 25 Maret 2010

Autoruns Software Pengecek Startup di Windows

Apabila Anda curiga dengan loading startup di Windows yang kadang bisa berisi virus dan trojan, utility portable bernama Autoruns ini mungkin bisa Anda menonaktifkannya. Program kecil ini sangat efektif digunakan untuk membuang virus, trojan dan sejenisnya yang loading di memori secara otomatis.

Selain itu Autoruns juga bisa mematikan semua loading startup yang Anda rasa tidak diperlukan dan mengganggu kinerja komputer. Autoruns juga bisa menghapus semua loading yang tidak Anda perlukan lagi.

Klik dibawah ini untuk mendapatkannya....

Download Autoruns

This utility, which has the most comprehensive knowledge of auto-starting locations of any startup monitor, shows you what programs are configured to run during system bootup or login, and shows you the entries in the order Windows processes them.

These programs include ones in your startup folder, Run, RunOnce, and other Registry keys. You can configure Autoruns to show other locations, including Explorer shell extensions, toolbars, browser helper objects, Winlogon notifications, auto-start services, and much more. Autoruns goes way beyond the MSConfig utility bundled with Windows Me and XP.

Autoruns' Hide Signed Microsoft Entries option helps you to zoom in on third-party auto-starting images that have been added to your system and it has support for looking at the auto-starting images configured for other accounts configured on a system. Also included in the download package is a command-line equivalent that can output in CSV format, Autorunsc.

You'll probably be surprised at how many executables are launched automatically!

Autoruns works on all versions of Windows including Windows XP 64-bit Edition (for x64) and Windows Server 2003 64-bit Edition (for x64).



Mengubah File PDF Menjadi Word dengan PDF to Word Converter



AnyBizSoft PDF to Word Converter merupakan software untuk konversi dokumen PDF menjadi word, baik word 2010 (.docx), 2007 (.docx) atau 2003 (.doc). Text asli di pdf, layout, gambar dan hyperlink dapat dipertahankan dan mirip sesuai aslinya. Hanya dengan satu kali klik saja, maka kota dapat mengkonversi file pdf dengan mudah dan cepat.


Beberapa fitur Software ini antara lain :
- Tampilan yang sederhana, sehingga memudahkan
- Kemampuan mengkonversi secara penuh atau halaman tertentu saja
- Konversi banyak file PDF sekaligus
- Konversi File PDF dengan klik kanan file dan memilih menu “Convert with AnyBizSoft PDF to Word Converter”
- Konversi file PDF yang di enkripsi dengan memberikan passwordnya.
- Mendukung Office word 2010, 2007 dan 2003
- Mendukung spesifikasi Adobe PDF 1.0 – 1.7

Sistem yang didukung : Windows 2003/XP/Vista dan Windows 7 32 bit ada juga versi untuk Macintosh. Selain itu di komputer harus terinstall Microsoft Word 2003/2007 atau 2010.

Cara mendapatkan Kode Registrasi

Untuk mendapatkan kode registrasi atau serial number gratis, silahkan membuka halaman Promosi http://www.anypdftools.com/pdf-to-word-get-keycode.html. selanjutnya, isikan Nama depan, belakang dan Email, lalu klik Send my keycode. Maka serial number akan langsung terkirim ke email kita.

Selanjutnya, download program installasi dari link berikut : anybizsoft-pdf-to-word_free.exe. Setelah itu install dan gunakan email dan serial number yang sudah diberikan untuk mengaktifkan menjadi full version.

File PDF Jadi Serangan Favorit Hacker



Adobe Reader merupakan software yang paling sering dieksploitasi dalam serangan terarah. Temuan tersebut diungkapkan oleh F-Secury, perusahaan spesialis keamanan asal Helsinki, Finlandia.

F-Secure menyebutkan, pengguna sebaiknya melakukan update ke versi Adobe Reader terbaru untuk melindungi dirinya dari serangan baru yang memanfaatkan celah keamanan yang baru saja ditambal tiga minggu lalu.

F-Secure mengklaim bahwa 61 persen dari sekitar 900 serangan yang mereka catat dalam dua bulan pertama di 2010 membidik khusus celah pada Adobe Reader.

Tahun 2008, Adobe Reader hanya menjadi sasaran 29 persen serangan. Angka itu naik menjadi hampir 50 persen di tahun lalu. Dengan tren seperti ini, software Adobe akan menjadi target dua dari tiga serangan di dunia maya. Sebagai perbandingan, dari total serangan yang hadir di dua bulan pertama, 2010, hanya 24 persen yang mengarah ke Microsoft Word.

Microsoft, dalam pandangan F-Secure, kini telah semakin baik. Padahal, dulu Word, Excel, dan PowerPoint yang sebelumnya menjadi sasaran sekitar separuh serangan hacker terhadap dokumen digital.

Bahkan di tahun 2008, serangan terhadap tiga aplikasi Microsoft tersebut mencapai 71 persen dari seluruh serangan. Menurut catatan F-Secure, kini angkanya secara total hanya mencapai 39 persen.

Mencegah Pencurian password atau data/identitas penting dengan Zemana AntiLogger



Di saat transaksi internet berkembang seperti ini, salah satu hal yang patut di waspadai adalah pencurian identitas diri, password atau data pribadi penting lainnya. Ketika kita memasukkan data rahasia seperti password bank, email atau account lainnya, bisa saja tanpa sepengetahuan kita, ada yang merekam penulisan password tersebut, lalu di kirim ke email tertentu.

Untuk mencegah hal tersebut, kita bisa menggunakan Zemana AntiLogger. Apa saja fiturnya dan apa itu KeyLogger ?

Apa itu KeyLogging, KeyLogger ?
Secara singkatnya, Keystroke logging atau disebut juga dengan keylogging adalah proses perekaman/pemantauan (tracking) penekanan tombol keyboard. Tombol di keyboard apa saja yang diketik akan terekam dan tersimpan dalam berkas log/catatan/rekaman. Hal ini bisa dilakukan dengan perangkat keras atau lunak (software). Perangkat atau software yang melakukan hal ini biasa disebut dengan KeyLogger. Selengkapnya tentang KeyLogger

Zemana AntiLogger
Software yang biasanya berbayar (seharga $34), kini atas kerjasama dengan Softpedia (situs download), bisa kita dapatkan secara gratis, tanpa registrasi dan berlaku untuk satu tahun. Fungsi utama software ini adalah melindungi dari keylogger dan aktivitas pencurian data (identitas) penting lainnya.

Dengan Zemana AntiLogger, penggunanya akan mendapatkan fitur :

* Transaksi online (bank atau keuangan lainnya) yang lebih aman.
* Mengalahkan malware atau program berbahaya lain sebelum data ditangkap dan di enkripsi.
* Aktif memonitor keylogger dan mematikannya, termasuk software pencuri identitas lainnya.
* Melawan program/software yang terlewatkan antivirus
* Tidak memperlambat kinerja komputer

Software ini kompatibel dengan Windows XP/Vista dan windows 7. Jika anda belum mempunyai software antiLogger dan sering menggunakan komputer untuk traksaksi online, membuka data pribadi yang menggunakan password, maka disarankan untuk menggunakan software ini, apalagi dengan adanya tawaran gratis software berbayar ini.
Download Free Full Version

Untuk mendapatkan software ini gratis dan bisa digunakan selama satu tahun kedepan, ikuti petunjuk berikut :

1. Kunjungi halaman promosi http://www.zemana.com/softpedia/.
2. Klik tombol FREE Full Version Download Now, untuk download AntiLogger_SOFTPEDIA_1.9.2.185.exe ( sekitar 6.7 MB).
3. Install program (AntiLogger_SOFTPEDIA_1.9.2.185.exe) dengan mengikuti petunjuk yang ada.
4. Setelah selesai, restart komputer.
5. Selanjutnya akan muncul window untuk aktivasi Zemana KeyLogger. Aktivasi software dengan klik Agree and activate now ( aktivasi ini memerlukan koneksi internet)

Beda Memori Th 1980 VS 2010


kira kira ada yang tau gak sih, beda memori tahun jadul sama yang sekarang ini, nah kalo kamu belom tahu yuk kita liat, pasti kagum dan nyeleh deh, saya pas pertama liat aja juga heran apalagi kamu, yuk kalo gak percaya liat aja yuk sama sama, tentunya hanya dengan klik






klik gambar buat perbesar





11 Kelemahan yang Kerap Tidak Disadari Admin Jaringan


Ancaman pembobolan ke dalam sistem jaringan tak hanya bersumber dari para peretas, orang dalam alias staf perusahaan itu sendiri pun bisa melakukannya.

Tentu saja hal ini membutuhkan suatu kesigapan dari seorang admin untuk menjaga sistem keamanan jaringan perusahaan agar tidak dijebol.

Berikut 11 hal yang menurut penulis dapat menjadi perhatian khusus bagi para admin agar kehandalan sistem keamanan jaringan perusahaan di mana Anda bekerja tetap terjaga:

1. Mudah tertipu dan terlalu percaya kepada pengguna/user Anda, terutama para staf wanita atau sahabat yang meminta pertolongan.
2. Gedung dan pintu akses masuk/keluar yang tidak aman.
3. Dokumen-dokumen dan disk atau peripheral komputer yang belum dihancurkan atau tidak hancur pada saat sudah dibuang ke tempat sampah dapat dibaca oleh pihak lain.
4. Password yang lemah atau bahkan sistem jaringan tidak menggunakan password sama sekali.
5. Pertahanan jaringan yang kurang kuat karena mungkin tidak ada firewall dan sebagainya.
6. Akses kontrol yang lemah, missing file dan beberapa akses yang tidak seharusnya diberikan kepada user yang tidak perlu.
7. Sistem yang tidak dilakukan patch.
8. Otentikasi dan information disclosure aplikasi web tidak dilakukan sembarangan.
9. Sistem wireless berjalan dengan setting default dan tanpa WEP, WPA atau WPA2, sangat riskan dan mudah untuk dijebol.
10.SNMP melakukan enable jaringan host dalam keadaan default atau hanya menggunakan mode guest untuk komunitasnya sehingga sangat mudah untuk dijebol.
11.Menggunakan firewall, router, remote access dan peralatan dial up dalam keadaan default atau password guest atau menggunakan password yang terlalu mudah, karena ini sebagai jalan masuk hacker ke dalam sistem.

Di bawah ini beberapa port yang sangat sering dilakukan penetrasi (hacking) oleh para peretas dan staf yang nakal untuk mencoba-coba menjebol sistem keamanan jaringan:
* TCP port 20 dan 21 FTP (File Transfer Protocol)
* TCP port 23 Telnet (Terminal Emulation)
* TCP port 25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
* TCP dan UDP port 53 DNS (Domain Name System)
* TCP port 80 dan 443 HTTP dan HTTPs (Hypertext Transfer Protocol)
* TCP port 110 POP3 (Post Office Protocol version 3)
* TCP dan UDP port 135 RPC
* TCP dan UDP port 137 – 139 NetBIOS over TCP/IP
* TCP dan UDP port 161 SNMP (Simple Network Management Protocol)

Demikian, semoga beberapa informasi ini dapat dijadikan referensi bagi kalangan admin jaringan untuk lebih peduli dalam mengamankan sistem jaringan dan komputer mereka



TOOLS CLEANWIPE SYMANTEC ENDPOINT PROTECTION

Tools CleanWipe Symantec Endpoint Protection V 14.3.MP1 Alat Penghapusan Cleanwipe Symantec memungkinkan penghapusan komponen produk Symante...