Kamis, 01 April 2010

Cara Menggunakan AVG Rescue CD



Kali ini AVG merilis salah satu produknya gratis, yaitu AVG Rescue CD. Aplikasi ini merupakan program yang berisi scanner antivirus AVG yang dapat digunakan untuk membuat melalui bootable media, baik dari CD/DVD atau melalui USB Flash disk.

Apa saja fitur yang disediakan AVD Rescue CD dan dimana mendapatkannya ? Simak Penjelasan selengkapnya berikut ini.

Meskipun saat ini teknologi Antivirus sudah semakin canggih, akan tetapi menjadi masalah jika virus sudah mendahului menginfeksi atau aktif di komputer. Antivirus canggih yang sudah di install pun kadang harus menyerah jika virus sudah menyebar dan aktif.

salah satu cara mengatasi komputer yang sudah terkena virus adalah melakukan scan dari bootable media seperti CD-ROM atau USB Flashdisk. Mengapa ? Karena program yang berjalan dari bootable media terpisah dari windows (sistem operasi), sehingga ketika itu virus tidak akan dapat berjalan/aktif.
AVG Rescue CD merupakan salah satu toolkit yang bisa menjadi alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Fitur yang disediakan antara lain :
Melakukan Scan dengan database virus AVG
Update antivirus, baik secara online, download atau offline (manual)
System Recovery dari infeksi virus dan spyware
Cocok untuk me-recovery Microsoft Windows (baik file sistem FAT atau NTFS) dan Linux.
Mampu melakukan booting cari CD-ROM atau USB Flashdisk
Beberapa Utility lainnya seperti : File Manager, REgistry Editor, Test disk dan Ping.

Tersedia 2 versi AVG Rescue CD, yaitu format ISO yang dapat dijalankan melalui CD ( membuat Bootable CD/DVD) dan format RAR untuk membuat Bootable USB Flashdisk.

Membuat Bootable CD/DVD
Untuk membuat bootable CD/DVD cukup mudah, pertama kali, Download AVG Rescue CD ISO (71 MB) Kemudian sediakan sebuah CD/DVD kosong untuk membuat Bootable CD/DVD dengan menggunakan program seperti Nero Burning ROM, ImgBurn, dan sejenisnya.

Membuat Bootable USB Flashdisk
1. Download AVG Rescue CD tipe RAR(69 MB)
2. Buka (Extract) file yang sudah di download dan letakkan di drive USB yang sudah disediakan. Jangan diletakkan dalam folder.
3. Jalankan file makeboot.bat yang ada di Flashdisk (pastikan file yang dijalankan ada di flashdisk, bukan di windows/hardisk, karena bisa menyebabkan windows tidak bisa booting)
4. Ketika tampil window, tekan sembarang tombol untuk mengakhiri proses pembuatan bootabla Flashdisk
5. Setelah proses selesai, akan tampil pesan dan selanjutnya window tersebut bisa di close.

Menjalankan Bootable Media di Komputer
Setelah bootable media (CD atau USB Flash drive) telah siap, masukkan media tersebut. Tetapi agar komputer dapat booting melalui media tersebut, pengaturan BIOS harus diatur agar pemilihan booting pertama kali melalui CD-ROM/USB Flash drive. Ada berbagai pengaturan yang tersedia, tergantung jenis BIOS yang digunakan di motherboard komputer. Beberapa metode secara umum adalah sebagai berikut ( Coba salah satu):

- Tekan tombol ESC ketika komputer mulai menyala. Langkah ini mungkin akan menampilkan daftar bootable media yang tersedia. Jika tampil dan ada, pilih CD/USB
- Ketika komputer mulai menyala, telah tombol DELETE atau bisa jadi F2 untuk masuk ke pengaturan BIOS. Cari bagian Boot order, Boot Options atau Boot yang disana ditampilkan urut-urutan media yang akan dicari untuk pertama kali booting
- Jika komputer ketika booting muncul “Press any key to boot from CD or DVD”, maka tekan enter atau tombol lain

Tampilan dan Menu AVG Rescue CD
Ketika berhasil masuk ke AVG Rescue CD, maka akan tampil seperti tampilan diatas. Dengan penjelasan menu-menunya sebagai berikut :
-> Scan – Untuk melakukan scan secara langsung
-> Scan Result – Untuk menampilkan laporan hasil scan
-> UPdate – Untuk melakukan update AVG Rescue CD, bisa update online, manual (file update di copykan ke komputer dulu) atau download
-> Vault – Untuk melihat virus/malware yang disimpan di AVG virus vault, dan me-restore jika mungkin itu hanya kesalahan mendeteksi
-> Mount – Untuk memulai mounting (menampilkan/melihat) drive seperti media berbasis USB.
-> Network – Untuk mengatur koneksi jaringan
-> USB – Untuk membuat bootable USB Flash drive yang berisi AVG Rescue CD
-> Utilities – beberapa tool bermanfaat seperti : File manager, registry editor, Ping dan Test Disk
-> Eject – Membuka/menutup CD/DVD-ROM Drive
-> Reboot – untuk me-restart komputer
-> Shutdown – Untuk mematikan komputer
-> About – Menampilkan informasi tentang AVG Rescue CD

Untuk melakukan Scan komputer, pilih menu Scan dari tampilan di atas, yang selanjutnya kita bisa memilih opsi yang tersedia, seperti scan volume (semua file di drive yang ada) atau directory/folder tertentu saja. Saat prosesscan, dapat dihentikan dengan menekan tombol Ctrl+C
Setelah proses scan selesai, dapat dipilih tindakan yang akan dilakukan terhadap virus atau file yang terindikasi sebagai virus, yaitu Report File, Individual (memilih file satu persatu), Select, Rename All, Delete All. Dan pada umumnya dianjurkan untuk remanne file, sehingga jika terjadi kesalahan deteksi, bisa dikembalikan lagi.

Untuk Update manual, silahkan download file update dari http://www.avg.com/us-en/download-update, kemudian simpan file update di komputer agar ketika kita menjalankan AVG Rescue CD, bisa dilakukan update

Download : AVG Rescue CD
Referensi : AVG Rescue CD Guide

Sumber : ebsoft
http://dedepurnama.blogspot.com


Selasa, 30 Maret 2010

Windows Phone 7 = Produk Gagal Seperti Vista?



Microsoft Corp dinilai mengulang kesalahan saat merilis Windows Vista ketika meluncurkan Windows Phone 7. Tidak tanggung-tanggung, ungkapan itu dilontarkan seorang mantan eksekutif Microsoft, yang terlibat dalam peluncuran Windows Vista.

Dia adalah Scott Barnes. Sekarang Barnes menjabat sebagai UX (User Experience) Specialist Readify Pty Ltd. Sebelumnya, Barnes adalah Rich Platforms Product Manager Microsoft Corp. Barnes menegaskan, seperti peluncuran Windows Vista, peluncuran Windows Phone 7 penuh dengan ketergesa- gesaan dan ketidaksiapan.

"Bagi saya, peluncuran Windows Phone 7 sama seperti peluncuran Windows Vista. Manajemen menekan bawahan agar merilis produk ke pasar secepat mungkin dan perbaikan akan dilakukan setelah produk tersedia di pasar,” ungkap Barnes.

Microsoft merilis Windows Vista pada 2005 untuk menggantikan Windows XP, yang sudah dipasarkan sejak 2001. Windows Vista menjadi kegagalan besar bagi Microsoft karena sistem operasi itu memendam masalah serius pada stabilitas dan kompatibilitas, sehingga konsumen pun tidak bersedia bermigrasi dari Windows XP.

Windows Vista memendam berbagai masalah karena Microsoft merilis sistem operasi itu sebelum benar-benar siap. Perlu waktu beberapa tahun bagi Microsoft untuk menyempurnakan Windows Vista, dan kemudian merilis ulang sistem operasi itu dengan nama baru, yaitu Windows 7, pada 2009. Pada 2005, Microsoft harus segera merilis sistem operasi baru, sehingga memaksakan diri merilis Windows Vista, untuk mendorong pertumbuhan volume penjualan.

Sebab, Microsoft sudah terlalu lama mengandalkan Windows XP, yang mulai menjemukan, sehingga konsumen berpindah ke sistem operasi yang lebih segar, yaitu Mac OS X dari Apple Inc. Kasus yang sama terjadi pada Windows Phone 7.

Microsoft harus segera merilis Windows Phone 7 karena Windows Mobile 6.5 tidak berkutik dalam pertarungan di pasar sistem operasi smartphone.Diketahui, Microsoft pun tertatih-tatih dalam membangun Windows Phone 7. Sebab,Windows Phone 7 rencananya akan mulai dipasarkan pada 2009.Namun karena berbagai macam kendala teknis, Microsoft pun diperkirakan baru siap memasarkan Windows Phone 7 pada akhir 2010.

Tidak ada jaminan Microsoft tidak akan melakukan penundaan lagi untuk melakukan penyempurnaan akibat sejumlah kelemahan Windows Phone 7. Laporan firma riset Canalys Ltd mengungkap, Microsoft pada 2008 masih menjadi produsen sistem operasi smartphoneterbesar ketiga dunia karena Windows Mobile pada saat itu menguasai pangsa pasar global 13,9 persen.

Namun pada 2009, Canalys menemukan, posisi Microsoft turun ke peringkat empat. Penyebabnya, volume penjualan global lisensi Windows Mobile pada 2009 anjlok 26,4 persen dibandingkan pada 2008.Akibat penurunan itu, pangsa pasar global Windows Mobile pun terpangkas menjadi hanya 8,8 persen pada 2009. Canalys memaparkan, volume penjualan sistem operasi smartphone global pada 2009 secara umum bertumbuh 16,2 persen per tahun.

Tetapi dalam kelompok lima besar,Microsoft adalah satu-satunya produsen yang mengalami penurunan volume penjualan. Volume penjualan Windows Mobile anjlok karena sistem operasi itu kalah bersaing melawan para pendatang baru,terutama Android dari Google Inc, serta iPhone OS dari Apple.

Dalam laporan Canalys, Android merupakan sistem operasi smartphone yang meraih pertumbuhan tertinggi pada 2009, yaitu 1.073,5 persen. Alhasil, pangsa pasar global Android pada 2009 melonjak menjadi 7,2 persen, dari 3,4 persen pada 2008. Karena itu, Android pun langsung menyodok ke posisi lima, tepat di belakang Windows Mobile. Hingga akhir 2009, selisih pangsa pasar global Android dengan Windows Mobile adalah 4,1 persen.

Untuk sementara, Windows Mobile unggul atas Android. Tetapi jika Android mampu mempertahankan kecepatan pertumbuhannya, dan Windows Mobile tidak mampu bangkit, maka Android diperkirakan mampu menggilas Windows Mobile pada akhir 2010.

Smartphone bersistem operasi Android pertama kali dipasarkan pada akhir 2008. Sejak saat itu, volume penjualan global smartphone Android terus meningkat berlipat-lipat karena Android mendapatkan dukungan luas dari para produsen handset dan operator seluler. Google mengungkapkan, pada saat ini sistem operasi Android telah digunakan pada 26 jenis smartphone. Smartphone Android pun mendapatkan dukungan dari 59 operator seluler yang beroperasi di 48 negara.

"Volume penjualan smartphone Android di dunia pada saat ini mencapai lebih dari 60.000 unit per hari.Tentu saja,kami berharap pertumbuhan pesat ini akan berlanjut dalam jangka panjang," ujar Chief Executive Officer Google Inc Eric Schmidt, dalam laporan AFP. (okezone)


Tips Membuat Windows XP Bajakan Menjadi Legal


Tutorial ini sepertinya akan bermanfaat bagi para penanggung Jawab IT atau komputerisasi perusahaan/ IT Manager/ IT System Administrator, maupun rekan-rekan Warnet, Sekolah, Kampus dan lain-lain yang bermaksud untuk melegalkan OS Windows XP-nya.

Panduan ini sengaja dibuat untuk melegalkan OS Windows XP secara proporsional, bukan secara pembajakan. Jadi, panduan ini memang untuk membuat OS Wndows XP pada sejumlah PC kita yang sebelumnya mengunakan Installer yang berasal dari berbagai macam versi sehingga harus dilegalkan atau membuatnya menjadi legal sesuai dengan Volume License Key (VLK) yang dimiliki.

Jadi untuk menggunakan tahapan ini guna melegalkan OS Windows XP, butuh lisensi VLK Resmi yang dibeli secara legal pula. Namun hal ini dapat dilakukan dalam konteks cracking atau mengunakan serial number (SN) VLK yang beredar di Internet.

Oleh karena itu, inilah beberapa tahapan yang harus dijalani untuk melegalkan OS Windows XP anda.

1. Buka Link Microsoft Genuine dan download Tool Windows Genuine Advantage.

2. Jalankan Aplikasi legitcheck.hta yang telah kita download tersebut.

3. Setelah installasi selesai, jika ternyata PC anda terdeteksi sebagai OS yang tidak asli alias bajakan, lanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Selanjutnya, kita dapat mengunakan Tools untuk menganti SN Windows XP kita dengan SN VLK yang telah kita miliki mengunakan Tool Key Finder, KeyReader, XP Key Reader, setting Registry OOBE manual, dan lain-lain. Di sini atau di sini

5. Kita dapat melakukan pengecekan hasil pengantian SN VLK apa apakah sudah berhasil ataukah tidak mengunakan Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tool yang bisa didownload
Di sini

6. Setelah di cek dengan MGADT sudah tampak GENUINE maka kita lanjutkan dengan menjalankan lagi Tool LEGITCHECK.HTA dan hasilnya… OS Windows XP kita telah Valid. (okezone)



TOOLS CLEANWIPE SYMANTEC ENDPOINT PROTECTION

Tools CleanWipe Symantec Endpoint Protection V 14.3.MP1 Alat Penghapusan Cleanwipe Symantec memungkinkan penghapusan komponen produk Symante...